sayang, mari kita lihat wajah kita yang telanjang.. lalu basahi jerawat yang matang maupun setengah matang.. supaya kita tahu bahwa meski menarik, wajah kita juga punya jerawat..
sayang, mari kita saling menatap.. supaya kita tahu sejauh mana kita mampu menyelam di kedalaman mata kita sendiri..
sayang, mari kita saling menghirup aroma asli tubuh kita.. supaya kita tak lagi salah mengenali wangi dan...
Minggu, 11 Juni 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Tanya Kabar
Normal
0
false
false
false
IN
X-NONE
X-NONE
...
dongeng hujan dan kemarau
lalu hujan berkata pada kemarau, "ini waktuku, tidakkah kau puas
membakar mereka hidup hidup selama itu?"
kemarau bersiul. "aku iri padamu. kau dinantikan para petani itu. desa
desa menyambutmu dengan bahagia. biarkan aku. kalau kalau aku bisa
sampai pada hati mereka, boleh kau tendang aku jauh jauh."
mata hujan nanar menatap kemarau. hujan mulai ingat betapa ia dipuja
warga desa dan dibenci...
Berhenti dulu...
Pernah suatu hari aku merasa waktu kosongku menjebakku bagai siksaan
penjara Cina. Aku keluar diam diam dari penjara itu, demi mendapat air
yang laju alirnya lebih besar, yang bisa hanyutkan tubuhku sekalian.
Nyatanya alirannya jauh lebih turbulen daripada harapanku. Untungnya ada
satu batu besar yang sanggup menghentikanku, meski aku mendapat luka
luka. Setidaknya kalau aku mau nekat lagi, aku...
Di sepertiga
Jejak puisi memeluk sepi di antara
aksara berbicara menjelma rasa
gelisah mengetuk tiba tiba
hingga dzikir ayam memukul sang gulita tanpa suara
di sepertiga.
Harap berderap merayap menyeru pada gelap
lalu puisi merindui merangkum luka dan lupa
pada detak yang bergerak menjejak
tak peduli pada gejolak
seorang anak manusia
merunduk tapi tak khusyuk
di sepertiga.
Tetes terkecup tanpa ragu di muka
penyair...
Rabu, 11 Februari 2015
Dewi Malam
Terbitlah kau rembulan
Sang dewi malam
Yang bergulir anggun
di kubah langit
Dentingkanlah lagu
kelembutan dan kedamaian
Pada kami yang lelah
mencumbui hari
Robeklah kabut awan
dengan cahayamu
Tunjukkan pada bumi
kesempurnaan
Bersanding engkau
dengan Jupiter di singgasana
Adalah purnama keperakan
Yang menghangatkan
bumi kala sunyi
Kala harapan kami
terangkat dalam do’a dan syukur...
Minggu, 13 April 2014
Lagu Hujan dan Surat Luka

Kilauan itu bermuara
Bermelodi menyerbu padang yang sunyi
Belukar berdansa bersama angin
Surat lukaku telah tiba..
Sore ini
Hujan turun bagaikan puisi
Syairkan mimpi dan sunyi
Biarlah langit menjadi kanvas
Bagi lukisan imajinasiku untuk temukan makna
Ku ingin menari di antara dentingan hujan
Menebarkan masa lalu seluas rasa
Mendambakan...
Langganan:
Postingan (Atom)